
Mahasiswi PWK UNS Angkatan 2023, Najwa Refa Aulia Arifin, berhasil lolos seleksi dan menjadi salah satu awardee angkatan pertama Program 3+1+1 atau Beasiswa Akselerasi Magister LPDP. Program ini merupakan program kerja sama antara beberapa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Sebelas Maret (UNS), dengan University of Wisconsin–Madison (UW–Madison) Amerika Serikat, yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sesuai namanya, program ini memiliki skema 3+1+1. Mahasiswa menjalani 3 tahun perkuliahan di universitas asal, kemudian mengikuti 1 tahun program internasionalisasi sarjana di University of Wisconsin–Madison, kemudian selanjutnya setelah menyelesaikan tahap tersebut dan memenuhi persyaratan yang ditentukan, mahasiswa dapat melanjutkan 1 tahun pendidikan magister melalui program akselerasi di UW–Madison.

Proses seleksi program dilakukan melalui dua jalur, yaitu seleksi dari LPDP dan seleksi dari UW–Madison. Pada seleksi LPDP, terdapat dua tahap. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, dengan beberapa dokumen yang perlu disiapkan, seperti hasil English proficiency test, transkrip nilai, esai, surat rekomendasi dari universitas, dan bukti status sebagai mahasiswa aktif. Peserta yang lolos seleksi administrasi kemudian mengikuti tahap seleksi substansi berupa wawancara. Untuk seleksi di UW–Madison, peserta juga perlu mengirimkan sejumlah dokumen untuk proses seleksi, seperti hasil English proficiency test, transkrip nilai, paspor, serta dokumen pendukung lainnya sesuai dengan persyaratan yang diberikan. Kedua proses seleksi tersebut berjalan secara paralel. Artinya, peserta perlu memenuhi persyaratan dari LPDP sekaligus mengikuti proses pendaftaran dan seleksi dari UW–Madison.
Najwa dan beberapa awardee lain dari Fakultas Teknik UNS telah bertolak ke Madison pada September 2026 ini. Pada tahun pertama di UW-Madison, awardee akan mengikuti Agricultural & Applied Economics (AAE) Thematic Track dalam Visiting International Student Program (VISP). Selama berada di sana, mahasiswa tetap terdaftar di universitas asal dan menjalankan ketentuan akademik yang berlaku di universitas masing-masing. Di sisi lain, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perkuliahan secara langsung di lingkungan akademik UW–Madison selama satu tahun.


Kegiatan akademik diawali dengan Math Camp sebelum perkuliahan dimulai. Setelah itu, mahasiswa mengikuti mata kuliah wajib yang menjadi dasar untuk melanjutkan ke program magister Agricultural and Applied Economics. Selain mata kuliah wajib, mahasiswa juga dapat memilih mata kuliah pilihan sesuai dengan minatnya. Dalam program ini, mahasiswa mengambil minimal 12 credits selama masa studi di UW–Madison.


Hal yang menarik dari program 3+1+1 adalah adanya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister setelah menyelesaikan program internasionalisasi sarjana. Program magister yang ditawarkan adalah Master of Science in Agricultural and Applied Economics: Professional Option. Program ini merupakan program S2 jalur profesional dengan sistem yang dipercepat (accelerated) dan dikelola oleh Department of Agricultural and Applied Economics (AAE) di UW–Madison. Untuk dapat melanjutkan ke tahap ini, mahasiswa harus memenuhi persyaratan akademik yang ditetapkan oleh program. Salah satunya adalah memperoleh nilai B atau lebih tinggi untuk seluruh mata kuliah yang diambil, baik di universitas asal maupun di UW–Madison. Dengan skema tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman akademik internasional sekaligus menempuh pendidikan magister dalam waktu yang lebih singkat.
Kita berharap Najwa dapat menjalani studinya dengan lancar dan menyenangkan, serta menyelesaikan studi S1 di PWK UNS dan Master of Science in Agricultural and Applied Economics di UW-Madison dengan baik. Semoga banyak lagi mahasiswa-mahasiswi PWK UNS yang berani mengambil kesempatan outbound and studi lanjut di dalam maupun luar negeri.