

Transformasi digital telah menjadi bagian penting dalam penguatan tata kelola dan pelayanan publik Kota Surakarta. Melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP), Pemerintah Kota Surakarta mengembangkan berbagai program Smart City. Perkembangan tersebut membuka peluang peningkatan kualitas layanan, tetapi masih dihadapkan pada fragmentasi data dan sistem antar perangkat daerah, perbedaan kapasitas sumber daya manusia, kesenjangan literasi digital, serta kebutuhan koordinasi kelembagaan yang lebih kuat.
Untuk merespons kebutuhan tersebut tim Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) Tahun 2026 bersama Diskominfo SP Kota Surakarta. Kegiatan difokuskan pada pendampingan penyusunan policy brief sebagai bahan kebijakan yang ringkas, berbasis kajian, dan berorientasi pada tindak lanjut. Dalam proses identifikasi isu, pembahasan juga berkembang peluang penjajakan kerja sama (sister city) antara Kota Surakarta dan Kota Xi’an dengan bertumpu pada budaya, Smart City, dan inovasi perkotaan. Kegiatan ini mendukung pencapaian Pembangunan Berkelanjutan pada tujuan ke 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan. Baik kemitraan antara UNS dan Pemerintah Daerah Kota Surakarta maupun Kerjasama antara Kota Surakarta, Indonesia dengan Kota Xi’an, Tiongkok.
Penyusunan diawali dengan koordinasi dan penelaahan program prioritas Diskominfo SP Kota Surakarta, lalu identifikasi persoalan tata kelola digital dan kebutuhan kebijakan, dan menyusun analisis komparatif Smart City Kota Surakarta dan Kota Xi’an serta merumuskan matriks isu strategis. Perbandingan dilakukan untuk menemukan pengalaman dan kapasitas yang dapat dipertukarkan, bukan untuk menentukan kota yang lebih unggul. Hasil analisis digunakan untuk menyusun draft policy brief yang memuat permasalahan, potensi kerja sama, pemangku kepentingan, pilihan kebijakan, dan tahapan penjajakan.
Kegiatan pendampingan telah menghasilkan beberapa capaian awal, yaitu:
- Teridentifikasinya isu integrasi tata kelola digital dan peluang penjajakan Sister City Surakarta–Xi’an sebagai fokus pengembangan bahan kebijakan.
- Tersusunnya analisis awal mengenai persamaan karakter kedua kota sebagai kota budaya dan bersejarah, disertai perbedaan pengalaman pengembangan teknologi perkotaan yang berpotensi saling melengkapi.
- Tersusunnya draf awal policy brief dan matriks isu strategis, sementara artikel media online, video publikasi, poster, dan infografis masih berada dalam proses penyusunan.
Adapun peluang penjajakan Sister City Surakarta–Xi’an bertumpu pada kesamaan warisan sejarah dan identitas budaya. Kota Surakarta mempunyai kekuatan pada budaya lokal, pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat, partisipasi komunitas, ekonomi kreatif, dan digitalisasi UMKM. Kota Xi’an memberikan rujukan pembelajaran pada pengembangan ekosistem inovasi, pengelolaan data, dan pemanfaatan teknologi perkotaan. Kesamaan identitas serta perbedaan pengalaman tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan yang tetap perlu disesuaikan dengan perbedaan skala kota, regulasi, kapasitas fiskal, kelembagaan, dan kebutuhan masyarakat.
Bidang yang berpotensi dikaji meliputi pelestarian warisan kota, tata kelola Smart City, pengelolaan data perkotaan, keamanan informasi, pelayanan publik digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ekonomi kreatif, digitalisasi UMKM, dan Smart Branding. Seluruh bidang tersebut masih merupakan alternatif awal, bukan program yang telah disepakati. Penentuan prioritas perlu dilakukan melalui validasi bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Penjajakan Sister City Surakarta–Xi’an masih menghadapi sejumlah kebutuhan mendasar. Belum tersusun bidang prioritas, roadmap, pembagian peran, mekanisme kelembagaan, kebutuhan pembiayaan, indikator keberhasilan, dan strategi tindak lanjut yang disepakati. Konektivitas antar lembaga dan kapasitas internasional aparatur juga perlu diperkuat. Arah tindak lanjut kegiatan mencakup penyempurnaan draft policy brief, penyusunan poster dan infografis, pembahasan bersama Diskominfo SP dan perangkat daerah terkait, validasi bidang kerja sama melalui forum diskusi, serta finalisasi dokumen dan luaran publikasi. Forum diskusi kelompok terpumpun (FGD) ditempatkan sebagai rencana kegiatan berikutnya, bukan sebagai hasil yang telah dilaksanakan.
Kolaborasi Tim Riset dari PWK FT UNS dan Diskominfo SP Kota Surakarta menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung perumusan kebijakan perkotaan yang berbasis kajian dan kebutuhan lokal. Melalui policy brief, peluang penjajakan Sister City Surakarta–Xi’an dapat ditelaah secara lebih terarah, mulai dari pemetaan masalah dan aktor hingga penentuan pilihan kebijakan dan tahapan kelembagaan. Gagasan kerja sama tersebut masih memerlukan kajian, koordinasi, dan validasi lebih lanjut agar bidang yang dipilih realistis, memberi manfaat bagi masyarakat, serta sejalan dengan kewenangan dan prioritas pembangunan Kota Surakarta.